Tempat Wisata Ini Punya Formasi Batu yang Terlihat Seperti “Kota” dari Zaman Purba
Kalau biasanya tempat wisata alam identik sama pantai, air terjun, atau pegunungan hijau, Stone Garden Citatah di Kabupaten Bandung Barat punya pemandangan yang beda level. Di atas kawasan perbukitan Citatah, pengunjung bakal menemukan hamparan batu kapur yang berdiri dan tersebar secara alami. Dari sudut tertentu, susunan batu tersebut bahkan bisa bikin orang berimajinasi seolah sedang melihat reruntuhan “kota” dari zaman purba. Bukan bangunan buatan manusia, tentunya, melainkan formasi geologi yang terbentuk lewat proses alam dalam waktu yang super panjang. Kawasan Stone Garden sendiri berada di Gunung Masigit dan dikenal sebagai salah satu kawasan karst yang punya nilai geologi penting.
Beberapa hal yang bikin Stone Garden terasa seperti “kota purba”:
• Formasi batu yang berdiri tidak beraturan
Bebatuan kapur di kawasan ini tersebar dengan bentuk dan ukuran yang berbeda-beda. Kalau dilihat dari kejauhan, beberapa batu terlihat seperti tembok, pilar, atau bangunan yang sudah runtuh. Efek visual inilah yang bikin suasananya terasa kayak latar film zaman purba.
• Lanskapnya seperti taman batu alami
Nama Stone Garden memang bukan tanpa alasan. Hamparan batu yang bercampur dengan rerumputan menciptakan pemandangan yang cukup unik. Saat cuaca cerah, langit terbuka dan jajaran batu membuat kawasan ini terlihat makin dramatis.
• Punya hubungan dengan laut purba
Yang bikin makin mind-blowing, kawasan ini bukan cuma kumpulan batu random. Stone Garden berkaitan dengan sejarah geologi ketika wilayah tersebut masih menjadi bagian dari lingkungan laut purba. Jadi, batu yang sekarang kita lihat di atas bukit punya cerita yang jauh lebih tua daripada peradaban manusia modern.
• Berdekatan dengan kawasan Goa Pawon
Stone Garden juga berada tidak jauh dari Goa Pawon, lokasi yang punya nilai penting dalam penelitian kehidupan manusia prasejarah di kawasan Bandung Barat. Kombinasi bentang alam dan temuan arkeologi tersebut membuat kawasan Citatah punya cerita yang cukup lengkap, mulai dari sejarah bumi sampai kehidupan manusia masa lampau.
Kalau dibawa ke sudut pandang ilmiah, kesan seperti “kota purba” itu sebenarnya muncul karena proses geologi dan bentuk erosi alami. Stone Garden merupakan kawasan karst yang tersusun dari batu gamping. Batuan tersebut terbentuk dari proses geologi yang berlangsung sangat lama, sementara bentuk permukaannya terus mengalami perubahan akibat pelapukan, erosi, pergerakan tanah, serta faktor lingkungan lainnya. Sejumlah sumber menyebut kawasan Stone Garden berkaitan dengan Formasi Rajamandala yang usianya mencapai puluhan juta tahun. Jadi, ketika pengunjung melihat batu-batu seperti pilar atau tembok alami, jangan langsung menganggap itu peninggalan bangunan manusia purba. Secara ilmiah, bentuk tersebut lebih tepat dipahami sebagai hasil perjalanan geologi yang panjang. Justru di sinilah menariknya: alam bisa menciptakan lanskap yang kalau dilihat sekilas terasa seperti reruntuhan sebuah peradaban yang hilang.
Pada akhirnya, Stone Garden Citatah bukan cuma tempat buat foto-foto dengan background batu yang estetik. Kawasan ini seperti “time machine” versi alam yang memperlihatkan betapa panjangnya perjalanan bumi sebelum manusia mengenal kota, jalan, dan gedung pencakar langit. Jadi, kalau suatu saat main ke Bandung Barat dan pengin melihat sisi lain dari wisata alam, Stone Garden bisa jadi pilihan yang lumayan bikin mikir: ternyata batu yang kelihatannya cuma batu biasa bisa menyimpan cerita jutaan tahun.